Bertanggung jawab untuk membantu koordinasi operasional estate dan mill melalui perencanaan transportasi harian, monitoring ketersediaan armada, pengaturan pergerakan unit, serta follow-up kendala lapangan agar aktivitas operasional seperti panen, evakuasi TBS, road maintenance, surfacing, material movement, dan support pekerjaan estate dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan efisien.
Memahami kebutuhan operasional estate seperti panen, evakuasi TBS, pengiriman ke mill, road condition, surfacing/road maintenance, material movement, dan kebutuhan transportasi lapangan.
Berkoordinasi dengan Estate Manager, Askep/Assistant, Mill, Workshop, driver, dan pihak terkait untuk memastikan transportasi tersedia sesuai prioritas pekerjaan harian.
Membantu memastikan pergerakan unit dan truck tidak mengganggu target panen, pengiriman TBS, pekerjaan perawatan jalan, dan aktivitas estate lainnya.
Melaporkan isu operasional seperti kekurangan unit, antrean panjang, jalan rusak, keterlambatan loading/unloading, unit breakdown, atau kendala komunikasi di lapangan.
·Membantu merencanakan jadwal harian dan mingguan untuk kebutuhan transportasi estate, termasuk truck, heavy equipment, kendaraan operasional, dan unit support lainnya.
Mengatur prioritas penggunaan unit berdasarkan kebutuhan panen, pengiriman TBS, perawatan jalan, mobilisasi material, spare part, pekerja, dan pekerjaan support estate.
Memastikan ketersediaan unit sesuai kebutuhan operasional harian dan melakukan follow-up apabila terdapat kekurangan unit atau perubahan rencana kerja.
Membantu menyeimbangkan kebutuhan unit antara estate, mill, workshop, dan pekerjaan lapangan agar penggunaan armada lebih efektif.
Memonitor penggunaan armada internal dan external secara harian, termasuk status unit, jumlah trip, jam kerja, downtime, waiting time, dan lokasi operasi.
Memantau availability, utilization, pemakaian fuel, dan penggunaan ban sebagai dasar evaluasi efisiensi dan cost control.
Mengidentifikasi unit yang sering breakdown, kurang digunakan, atau tidak sesuai dengan kebutuhan operasional lapangan.
Membantu memberikan rekomendasi improvement terkait penggunaan armada, kebutuhan unit, dan efisiensi transportasi estate.
Berkoordinasi dengan workshop untuk follow-up unit yang breakdown, menunggu repair, atau memerlukan inspection/service.
Membantu follow-up kebutuhan spare part, tools, dan support resource yang diperlukan untuk menjaga kelancaran operasional transportasi.
Memastikan update status unit dapat dikomunikasikan kepada estate dan management untuk perencanaan pekerjaan harian.
Membantu memastikan dokumentasi repair, downtime, dan status unit dibuat secara rapi untuk keperluan evaluasi.
Menyediakan laporan harian/mingguan terkait pergerakan unit, jumlah trip, status truck/unit, delay, waiting time, downtime, dan isu operasional utama.
Menjaga database transportasi agar lengkap, rapi, dan selalu dikemaskini.
Menyediakan data untuk evaluasi kebutuhan truck/unit, biaya transportasi, vendor performance, dan perencanaan logistik.
Membuat ringkasan isu utama dan tindakan follow-up untuk dibahas bersama estate, mill, workshop, vendor, dan management.
Membantu memantau pergerakan CPO truck dan TBS truck dari lokasi loading hingga tujuan pengiriman apabila diperlukan.
Membantu mengontrol jadwal loading, perjalanan, unloading, waiting time, dan jumlah trip harian untuk kebutuhan CPO/TBS.
Berkomunikasi dengan vendor external truck untuk follow-up keterlambatan truck, kekurangan unit, isu driver, breakdown, dokumen pengiriman, dan kendala perjalanan.
Membantu menyiapkan laporan performance vendor trucking sebagai support kepada management.
Pemahaman operasi estate dan mill
Perencanaan logistik dan transportasi harian
Koordinasi lapangan dengan estate, mill, workshop, driver, dan vendor
Monitoring armada, availability, utilization, downtime, fuel, dan tire usage
Analisa data sederhana dan laporan operasional
Follow-up issue harian dan problem solving lapangan
Vendor trucking coordination sebagai tambahan/support scope
Pendidikan minimum Diploma/S1 dalam bidang Logistik, Transportasi, Manajemen Operasi, Agribisnis, Teknik, atau bidang terkait.
Memiliki pengalaman dalam operasi transportasi estate, heavy vehicle fleet, logistics planning, atau fleet coordination lebih diutamakan.
Memahami alur kerja perkebunan kelapa sawit, terutama panen, evakuasi TBS, pengiriman ke mill, road maintenance, dan kebutuhan transportasi estate.
Mampu berkoordinasi dengan estate, mill, Askep/Assistant, workshop, driver, transporter, vendor external, dan pihak administrasi.
Mampu menggunakan Microsoft Excel untuk monitoring, laporan, dan analisa data sederhana.
Memiliki kemampuan komunikasi, follow-up, problem solving, koordinasi lapangan, dan administrasi yang baik.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah TSh Group dan melakukan pemantauan langsung di lapangan.
PENGUMUMAN :