Mengelola aktivitas bisnis, pemasaran, produk, dan operasional Jing Si Books & Café untuk mendukung pertumbuhan penjualan dan kelancaran operasional, mulai dari pengelolaan produk, pricing, pengadaan barang hingga pelaksanaan program pemasaran.
Menganalisis penjualan dan mengidentifikasi peluang pengembangan produk serta bisnis.
Menyusun rekomendasi produk, harga jual, promosi, dan strategi pemasaran berdasarkan kebutuhan pasar.
Merencanakan dan menjalankan program marketing untuk meningkatkan awareness dan penjualan.
Mengelola pemesanan produk serta berkoordinasi dengan supplier/vendor terkait harga, pengadaan, dan pengiriman barang.
Memantau ketersediaan produk dan memastikan proses pengadaan berjalan sesuai kebutuhan.
Mengkoordinasikan administrasi dan perizinan produk, termasuk BPOM.
Memantau penjualan, stok, dan aktivitas pemasaran serta menyiapkan laporan sebagai bahan evaluasi.
Berkoordinasi dengan pihak internal dan eksternal untuk mendukung kelancaran aktivitas bisnis dan operasional.
Kualifikasi
Pendidikan minimal S1 Manajemen, Marketing, Business, atau bidang terkait.
Memiliki pengalaman minimal 3 tahun di bidang business development, marketing, product management, retail/F&B, atau bidang terkait.
Memiliki kemampuan analisis penjualan, pengembangan produk, pricing, dan program pemasaran.
Memahami proses purchasing, pengelolaan supplier/vendor, dan koordinasi pengadaan barang menjadi nilai tambah.
Mampu mengolah dan menganalisis data menggunakan Microsoft Excel dengan baik.
Memiliki commercial awareness dan mampu melihat peluang pengembangan produk maupun penjualan.
Memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, dan koordinasi yang baik.
Teliti, terorganisir, proaktif, serta mampu menangani beberapa pekerjaan secara bersamaan.
Mampu bekerja secara mandiri maupun berkolaborasi dengan berbagai fungsi.
Pengalaman di bidang retail, café/F&B, lifestyle, bookstore, atau consumer products menjadi nilai tambah.
Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1937 di Chingsui, Taiwan bagian tengah. Wafatnya sang ayah di tahun 1960 menjadikan beliau memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara dan selalu berubah. Sejak saat itu beliau mulai mempelajari agama Buddha secara lebih serius sebelum akhirnya menjalani hidup sebagai bhiksuni pada tahun 1964.