Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia

Administrative Staff

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia β€’ Jakarta Utara, Jakarta Raya
Tipe: Full time Gaji: Rp 2,4 juta Job ID: 93878908
Lamar Sekarang Profil di Lokakerja Lihat semua lowongan β†—


Tanggung Jawab Utama

  • Melakukan penginputan, pengolahan, pengecekan, dan pembaruan data secara berkala.

  • Memastikan data dan dokumen tercatat secara akurat, lengkap, dan sistematis.

  • Menyiapkan dan mengelola dokumen administrasi, termasuk surat-menyurat dan dokumentasi pendukung.

  • Melakukan pengecekan dan pencocokan data serta dokumen transaksi/keuangan.

  • Membuat rekapitulasi dan laporan data menggunakan Microsoft Excel.

  • Melakukan filing dan memastikan dokumen tersimpan dengan rapi serta mudah ditelusuri.

  • Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan unit kerja terkait untuk melengkapi maupun mengklarifikasi data dan dokumen.

  • Mendukung kebutuhan administrasi dan pengolahan data lainnya sesuai dengan fungsi unit kerja.

Keterampilan, Kualifikasi, dan Pengalaman yang Dibutuhkan

  • Pendidikan minimal D3/S1 dari berbagai jurusan atau bidang terkait.

  • Memiliki pengalaman minimal 1 tahun di bidang administrasi, pengolahan data, atau pekerjaan sejenis.

  • Menguasai Microsoft Excel dengan baik, termasuk penggunaan formula dan pengolahan data.

  • Memiliki kemampuan administrasi, pengelolaan dokumen, dan pengarsipan yang baik.

  • Teliti, detail, sistematis, serta memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam mengolah data dan dokumen.

  • Mampu melakukan pengecekan dan pencocokan data serta mengidentifikasi ketidaksesuaian data.

  • Memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik.

  • Mampu mengelola pekerjaan dan dokumen secara terorganisir serta menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu.

  • Mampu menjaga kerahasiaan data dan informasi organisasi.

  • Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim.


Tentang Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan pendidikan. Didorong oleh nilai-nilai belas kasih, integritas, dan kepedulian sosial, yayasan kami telah melayani ribuan keluarga dan komunitas di seluruh Indonesia. Kami percaya pada kekuatan kolaborasi dan dedikasi tim untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari tim Tzu Chi, Anda akan bekerja dalam lingkungan yang menjunjung tinggi etika, transparansi, dan pemberdayaan masyarakat. Kami mencari individu yang tidak hanya memiliki keterampilan administratif yang kuat, tetapi juga memiliki passion untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan sejalan dengan visi kemanusiaan kami.

Lamar Sekarang
Jika Anda memenuhi persyaratan di atas dan bersemangat untuk mendukung misi sosial kami, kami mengundang Anda untuk melamar sekarang. Bergabunglah dengan tim kami dan jadilah bagian dari perubahan positif di masyarakat Indonesia.


Profil perusahaan

🏭 Industri
Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1937 di Chingsui, Taiwan bagian tengah. Wafatnya sang ayah di tahun 1960 menjadikan beliau memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara dan selalu berubah. Sejak saat itu beliau mulai mempelajari agama Buddha secara lebih serius sebelum akhirnya menjalani hidup sebagai bhiksuni pada tahun 1964. Suatu hari di tahun 1966, Master Cheng Yen bersama beberapa pengikutnya datang ke suatu balai pengobatan di Fenglin untuk mengunjungi salah seorang umat yang menjalani operasi akibat pendarahan lambung. Ketika keluar dari kamar pasien, beliau melihat bercak darah di atas lantai tetapi tidak tampak adanya pasien. Dari informasi yang didapat diketahui bahwa darah tersebut milik seorang wanita penduduk asli asal Gunung Fengbin yang mengalami keguguran. Karena tidak mampu membayar NT$ 8.000 (sekitar Rp 2,4 juta), wanita tersebut tidak bisa berobat dan terpaksa harus dibawa pulang.
πŸ‘₯ Jumlah Karyawan
51-100 employees

Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1937 di Chingsui, Taiwan bagian tengah. Wafatnya sang ayah di tahun 1960 menjadikan beliau memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara dan selalu berubah. Sejak saat itu beliau mulai mempelajari agama Buddha secara lebih serius sebelum akhirnya menjalani hidup sebagai bhiksuni pada tahun 1964.