PT Mitradelta Bahari Pratama
Job Desctiption
Membantu Teknisi Budidaya dalam melaksanakan kegiatan operasional budidaya udang sesuai dengan SOP dan standar operasional perusahaan.
Melakukan monitoring kondisi kolam dan lingkungan budidaya secara rutin, termasuk kondisi air, perilaku udang, serta kondisi fasilitas dan peralatan pendukung.
Membantu melakukan pengukuran dan pencatatan parameter kualitas air, seperti pH, DO, suhu, salinitas, ketinggian air, dan parameter lain sesuai kebutuhan operasional.
Membantu Teknisi Budidaya dalam pelaksanaan program pemberian pakan sesuai dengan jadwal, dosis, dan metode yang telah ditentukan.
Membantu melakukan pengaturan dan monitoring auto feeder/feeder serta memastikan peralatan pemberian pakan berfungsi dengan baik.
Membantu pelaksanaan pemberian bahan tambahan budidaya, probiotik, mineral, maupun bahan lainnya sesuai instruksi Teknisi Budidaya dan SOP perusahaan.
Melakukan pengecekan kondisi udang secara berkala untuk mengidentifikasi perubahan perilaku, nafsu makan, pertumbuhan, maupun indikasi adanya permasalahan kesehatan udang.
Kualifikasi
Pendidikan minimal D3 Perikanan, Budidaya Perairan/Akuakultur, Kelautan, Biologi, atau bidang terkait.
Fresh graduate dipersilakan melamar; pengalaman di bidang budidaya tambak udang menjadi nilai tambah.
Memiliki pemahaman dasar mengenai budidaya udang vannamei dan pengelolaan kualitas air.
Memahami dasar-dasar parameter kualitas air seperti pH, DO, suhu, salinitas, dan alkalinitas menjadi nilai tambah.
Memiliki pemahaman dasar mengenai pemberian pakan, monitoring pertumbuhan, dan kesehatan udang.
Mampu melakukan pencatatan dan pengolahan data operasional secara teliti dan sistematis.
Memiliki kemampuan bekerja sama dalam tim dan mampu mengikuti instruksi kerja dengan baik.
Bersedia tinggal di lokasi tambak selama periode budidaya.
Bersedia ditempatkan di Bima, Nusa Tenggara Barat.
Established on May 29, 1992, PT Mitrabara Adiperdana Tbk engages in the coal mining business. Its coal mine is loacated in Loreh Village, South Malinau District, Malinau Regency, North Kalimantan Province, Indonesia. Mitrabara started its production in 2008 and now has a production volume of 4,000,000 ton per year.