Mengelola infrastruktur cloud untuk lingkungan development, staging, dan production.
Membangun serta mengelola pipeline CI/CD dan proses deployment otomatis.
Mengelola Docker, konfigurasi aplikasi, serta secrets management.
Membangun sistem monitoring, logging, dashboard, dan alerting.
Menjaga uptime, performa, backup, dan disaster recovery sistem.
Menangani incident production, troubleshooting, serta root cause analysis.
Mengelola keamanan infrastruktur meliputi firewall, SSL, patching, akses pengguna, dan permission.
Memantau performa API, database, MQTT Broker, dan layanan pendukung lainnya.
Membuat dokumentasi teknis, SOP operasional, dan deployment.
Berkolaborasi dengan tim Engineering, QA, Product, IoT Engineer, dan Field Technician.
Minimal S1 Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, atau bidang terkait.
Berpengalaman sebagai DevOps Engineer, Site Reliability Engineer (SRE), Cloud Engineer, Platform Engineer, atau Infrastructure Engineer.
Menguasai Linux, Git, Docker, CI/CD, Networking, DNS, SSL, dan Firewall.
Memahami konsep cloud infrastructure, monitoring, logging, backup, dan restore.
Mampu melakukan troubleshooting pada lingkungan production.
Memiliki kemampuan scripting menggunakan Bash, Python, atau bahasa sejenis.
Memahami pengelolaan secrets, security best practices, dan least privilege.
Mampu membuat dokumentasi teknis dengan baik.
Bersedia mengikuti jadwal on-call apabila diperlukan.
Menguasai Kubernetes, Terraform, atau Ansible.
Berpengalaman menggunakan Prometheus, Grafana, Loki, ELK, OpenSearch, atau OpenTelemetry.
Memahami PostgreSQL, MySQL, Redis, dan MQTT Broker.
Memiliki pengalaman pada sistem IoT, SaaS, Payment Gateway, atau platform multi-tenant.
Berpengalaman dalam incident response, high availability, dan disaster recovery.