Memantau seluruh pesanan produksi dan memastikan status produksi diperbarui secara akurat dan tepat waktu.
Berkoordinasi dengan tim produksi/fabrikator terkait jadwal produksi, status penyelesaian, kekurangan material, produk defect, dan kebutuhan produksi ulang (remake).
Memastikan material yang diterima sesuai dengan pesanan produksi, packing list, dan kebutuhan proyek.
Memantau dan memastikan status material setiap proyek selalu jelas, termasuk: dalam produksi, sudah diterima, belum lengkap, dalam pengecekan, produksi ulang (remake), atau siap dikirim.
Menindaklanjuti setiap ketidaksesuaian (discrepancy) dan memastikan permasalahan diselesaikan sebelum barang dikirim ke proyek.
Melakukan fungsi Quality Control (QC) terhadap seluruh produk.
Memastikan seluruh prosedur yang diwajibkan telah dilakukan dengan benar, termasuk penerimaan barang (inbound), pengecekan barang, pemotongan, perakitan, dan pengemasan.
Memastikan produk yang kompleks atau memiliki risiko tinggi telah melalui proses uji rakit (test assembly) sebelum pengiriman apabila diperlukan.
Memastikan material yang belum lengkap, tidak sesuai, atau belum terverifikasi tidak boleh dikeluarkan untuk pengiriman.
Mengawasi alur penerimaan (inbound) dan pengeluaran (outbound) material.
Memastikan seluruh material disimpan, diberi label, dan dapat ditelusuri berdasarkan proyek.
Memantau dan menindaklanjuti material yang hilang, rusak, berlebih, kurang, atau tidak teridentifikasi.
Berkoordinasi dengan tim Accounting/Internal Control dalam pelaksanaan stock opname secara berkala.
Memastikan area penyimpanan dan material terorganisasi dengan baik serta setiap material memiliki penanggung jawab yang jelas.
Memastikan seluruh formulir operasional pabrik dan material diisi secara lengkap oleh PIC yang bertanggung jawab.
Memelihara dan memperbarui laporan status produksi dan material untuk seluruh proyek aktif.
Memiliki pengalaman minimal 3–5 tahun di bidang operasional pabrik, kontrol produksi, operasional material/gudang, manufaktur, atau produksi berbasis proyek.
Memiliki kemampuan operasional dan koordinasi yang kuat.
Memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dan mampu bekerja secara terstruktur.
Terbiasa bekerja dengan gambar kerja, kode barang, kode produksi, dan checklist.
Mampu berkomunikasi secara tegas dan melakukan tindak lanjut dengan berbagai tim terkait.
Memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik dan rasa kepemilikan (ownership) yang tinggi terhadap pekerjaan.
Memiliki pengalaman dalam proses fabrikasi menjadi nilai tambah.