Job Deskripsi:
Melakukan identifikasi, pemetaan, pengumpulan, dan analisis hasil pemetaan isu sosial untuk mendapatkan informasi tentang kelompok minoritas dan risiko sosial lainnya.
Mengidentifikasi keterampilan, aset, dan kebutuhan masyarakat.
Merencanakan, mengembangkan, menerapkan, dan mengevaluasi inisiatif pengembangan dan keterlibatan masyarakat untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
Merencanakan dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait pengembangan program pemberdayaan masyarakat dan sertifikasi minyak kelapa sawit berkelanjutan (RSPO/ISPO/EUDR) di level koperasi PPMD, Swadaya, Gapoktan, dan Badan Usaha Desa lainnya.
Membangun kontak dan hubungan positif dengan pemerintah, individu, kelompok masyarakat, lembaga masyarakat dan/atau adat maupun pemangku kepentingan lainnya baik formal maupun informal di level desa, kabupaten maupun provinsi.
Berkolaborasi dengan perwakilan masyarakat maupun departemen lain untuk menangani permasalahan masyarakat, baik berkaitan dengan bantuan perbaikan fisik infrastruktur, peningkatan lingkungan maupun berkenaan dengan isu/fasilitas lain yang diperlukan di level desa.
Mengelola anggaran program secara efisien dan data pemangku kepentingan.
Syarat & Kualifikasi:
Minimal D3 Segala jurusan (Sosial, Hukum, Komunikasi, Pertanian/Perkebunan,Kehutanan, lainnya).
Memiliki keterampilan riset dan analisis, design and systemic thinking, serta problem solving.
Memiliki keterampilan resolusi konflik, pemetaan sosial, sistem penguasaan tanah (land tenure study).
Memahami tahapan pengembangan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Memahami tahapan sertifikasi perusahaan dan pekebun swadaya, baik ISPO dan RSPO.
Memahami aturan terkini peraturan mengenai perkebunan kelapa sawit, TJSL, sertifikasi minyak sawit berkelanjutan.
The REA group is principally engaged in the cultivation of oil palms at East Kalimantan, and in the production and sale of crude palm oil (CPO) and crude palm kernel oil (CPKO). The group’s principal operating subsidiary, PT REA Kaltim Plantations (REA Kaltim), manages oil palm plantations in Belayan Ulu, a remote area on either side of the Belayan River, a tributary of the Mahakam River in East Kalimantan. Some 18,000 hectares (over 26% of REA’s titled land bank) are designated as conservation reserves. The group has two methane capture facilities that generate electricity for the majority of its operations and employee housing, as well as supplying power to the villages.