Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia

Staff Administrasi

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia β€’ Jakarta Utara, Jakarta Raya
Tipe: Full time Gaji: Rp 2,4 juta Job ID: 89952821
Lamar Sekarang Profil di Lokakerja Lihat semua lowongan β†—

Kualifikasi :

  • Memiliki pengalaman minimal 1 tahun pada bidang yang sesuai

  • Memiliki kemampuan komputerisasi

  • Detail, disiplin dan teliti

  • Cakap dalam berkomunikasi dan mampu bekerjasama dalam tim

  • Memiliki loyalitas tinggi

  • Diutamakan memiliki kemampuan Bahasa Inggris / Mandarin lisan dan tertulis (basic level are welcome)


Deskripsi pekerjaan:

  • Melakukan korespondensi dan komunikasi dengan komunitas

  • Melakukan koordinasi terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan

  • Melakukan dokumentasi dan pelaporan terhadap kegiatan yang dilakukan komunitas


Profil perusahaan

🏭 Industri
Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1937 di Chingsui, Taiwan bagian tengah. Wafatnya sang ayah di tahun 1960 menjadikan beliau memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara dan selalu berubah. Sejak saat itu beliau mulai mempelajari agama Buddha secara lebih serius sebelum akhirnya menjalani hidup sebagai bhiksuni pada tahun 1964. Suatu hari di tahun 1966, Master Cheng Yen bersama beberapa pengikutnya datang ke suatu balai pengobatan di Fenglin untuk mengunjungi salah seorang umat yang menjalani operasi akibat pendarahan lambung. Ketika keluar dari kamar pasien, beliau melihat bercak darah di atas lantai tetapi tidak tampak adanya pasien. Dari informasi yang didapat diketahui bahwa darah tersebut milik seorang wanita penduduk asli asal Gunung Fengbin yang mengalami keguguran. Karena tidak mampu membayar NT$ 8.000 (sekitar Rp 2,4 juta), wanita tersebut tidak bisa berobat dan terpaksa harus dibawa pulang.
πŸ‘₯ Jumlah Karyawan
51-100 employees

Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1937 di Chingsui, Taiwan bagian tengah. Wafatnya sang ayah di tahun 1960 menjadikan beliau memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara dan selalu berubah. Sejak saat itu beliau mulai mempelajari agama Buddha secara lebih serius sebelum akhirnya menjalani hidup sebagai bhiksuni pada tahun 1964.